Nahan Lapar dan Kencing Pria Ini Menemukan Garis Akhir Excel

 Nahan Lapar dan Kencing Pria Ini Menemukan Garis Akhir Excel

youtube/Hunter Hobbs

HAIMEDIA.ID, Oklahoma, AS – Program komputer itu ternyata ada batasnya. Butuh kesabaran, rasa ingin tahu dan mampu menahan lapar dan kencing, pasti bisa menemukan jawaban bagaimana program komputer dijalankan.

Seorang pria bernama Hunter Hobbs dari Kota Norman, Negara Bagian Oklahoma, AS, mengorbankan waktu liburannya menambah pengetahuan kolektif umat manusia. Berkat kesabaran tingkat dewa dan nahan lapar dan kencing, kita akhirnya tahu butuh 9 jam, 36 menit dan 10 detik, untuk mencapai dasar kolom pengolah angka (spreadsheet) program Microsoft Excel dengan terus-menerus menekan tombol panah ke bawah.

Ini mungkin tambahan pengetahuan yang enggak penting-penting amat. Tapi, kami tadi juga enggak bilang ini tambahan pengetahuan yang mencerahkan.

Hobbs sepertinya bakal setuju. Buktinya dalam deskripsi video YouTube yang merekam aktivitas wolesnya itu, dia menulis: “Saya melakukan tantangan paling goblok yang pernah dilakukan manusia.”

Lewat video tersebut kamu bisa manyaksikan perjuangan Hobbs mencapai dasar spreadsheet excel. Tak usah khawatir, proses yang berlangsung selama 9 jam itu sudah dimampatkan jadi timelapse sepanjang 2 menit 30 detik saja. Video melambat satu kali, tepatnya ketika mainan paddle ball yang dimainkan Hobbs biar engga bosen-bosen amat putus talinya. Selebihnya kamu bisa melihat apa saja yang dilakukan guna mengisi waktu mulai dari menelepon, bermain kartu sampai membaca otobiografi Arnold Schwarzenegger, Total Recall.

Hobbs menyebut apa yang dilakukannya sebagai “Excel Challenge” tenyata mencakup lebih dari sekadar mencapai baris keĀ 1.048.576 di sebuah spreadsheet Excel. Hobbs seperti tahu duluan bahwa spreadsheet itu bakal punya dasar, seperti dilaporkan vice.com.

Pencarian cepat kami menunjukkan bahwa semua Excel di atas versi 2007 punya 16.384 kolom. Jumlah yang lebih masuk akal bagi mereka yang ingin mencoba tantangan serupa tapi cepat bosan.

“Saya capek, laper dan tangan sakit. Menyedihkan memang,” kata Hobbs setelah mencapai dasar spreadshheet Excel.

Penulis : tata

Related post